Ada orang mengatakan padaku, "Jika engkau melihat ada
hamba tertidur, jangan dibangunkan, barangkali ia sedang
bermimpi akan kebebasan." Kujawab,"Jika engkau melihat
ada hamba tertidur, bangunkan dia dan ajaklah berbicara
tentang kebebasan." (Khalil Gibran)
Aku akan berjalan bersama mereka yang berjalan. Kerana
aku tidak akan berdiri diam sebagai penonton yang
menyaksikan perarakan berlalu. (Khalil Gibran)
Aku berjalan selalu di pantai ini. Antara pasir dan buih, Air
pasang bakal menghapus jejakku. Dan angin kencang
menyembur hilang buih putih. Namun lautan dan pantai
akan tinggal abadi. (Khalil Gibran)
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata
yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang
menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan
sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada... (Khalil
Gibran)
Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak
pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita
akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan
kita. (Khalil Gibran)
Aku mencintaimu saat engkau sujud di mesjidmu, berlutut
di pura mu, berdoa di gereja mu. Kau dan aku adalah anak-
anak dari salah satu agama, dan itulah jiwa. (Khalil Gibran)
Aku mencintaimu wahai kekasihku, sebelum kita berdekatan,
sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir.
Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang
memisahkan kita. Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah
menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama
dalam cinta. (Khalil Gibran)
Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku
menyedari kebodohanku itu, dan di situlah terletak
kehormatan dan pahalaku. (Khalil Gibran)
Alangkah buruknya nilai kasih sayang yang meletakkan batu
di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi
lainnya. (Khalil Gibran)
Alangkah mulianya hati yang sedih tetapi dapat
menyanyikan lagu kegembiraan bersama hati-hati yang
gembira. (Khalil Gibran)
Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-
hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan
kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua
yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut
diriku dari padanya (Khalil Gibran)
Apakah nyanyian laut berakhir di pantai atau dalam hati-
hati mereka yang mendengarnya? (Khalil Gibran)
Banyak di antara yang kalian menderita adalah pilihan kalian
sendiri - ubat pahit kehidupan agar manusia sembuh dari
luka hati dan penyakit jiwa. Percayalah tabib kehidupan dan
teguk habis ramuan pahit itu dengan cekal dan tanpa bicara.
(Khalil Gibran)
Bekerja dengan rasa cinta, bererti menyatukan diri dengan
diri kalian sendiri, dengan diri orang lain dan kepada Tuhan.
Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu? Bekerja
dengan cinta bagaikan menenun kain dengan benang yang
ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan
memakainya kelak. (Khalil Gibran)
Belajar adalah memelihara benih namun tidak memberimu
benih dari dirinya. (Khalil Gibran)
Berpasangan engkau telah diciptakan, dan selamanya
engkau akan berpasangan. Bersamalah dikau tatkala Sang
Maut merenggut umurmu, Ya, bahkan bersama pula kalian,
dalam ingatan sunyi Tuhan. Namun biarkan ada ruang
antara kebersamaan itu, Tempat angin surya menari-nari
diantaramu.............. (Khalil Gibran)
Bila dua orang wanita berbicara, mereka tidak mengatakan
apa-apa; tetapi jika seorang saja yang berbicara, dia akan
membuka semua tabir kehidupannya. (Khalil Gibran)
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia, karena cinta
itu membangkitkan semangat,hukum-hukum kemanusiaan
dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.
(Khalil Gibran)
Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati;
tetapi kita lari dari padanya dalam ketakutan, atau
bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain
mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya (Khalil
Gibran)
Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat
perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh
tangan seorang perempuan mereka berdua telah
menyentuh hati keabadian (Khalil Gibran)
Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan
indah senantiasa. (Khalil Gibran)
Seorang wanita telah dilengkapi oleh Tuhan dengan
keindahan jiwa dan raga adalah suatau kebenaran, yang
sekaligus nyata dan maya, yang hanya bisa kita fahami
dengan cinta kasih, dan hanya bisa kita sentuh dengan
kebajikan. (Khalil Gibran)
Setetes airmata menyatukanku dengan mereka yang patah
hati; seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku
dalam keberadaan... Aku merasa lebih baik jika aku mati
dalam hasrat dan kerinduan... ketimbang jika aku hidup
menjemukan dan putus asa (Khalil Gibran)
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama
adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum
dilahirkan. (Khalil Gibran)
Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan
mencuba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang
kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan
membuatnya begitu bahagia di sebalik kepahitan yang
penuh misteri. (Khalil Gibran)
Setitis airmata menyatukanku dengan mereka yang patah
hati; seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku
dalam kewujudan... Aku merasa lebih baik jika aku mati
dalam hasrat dan kerinduan... dari aku hidup menjemukan
dan putus asa (Khalil Gibran)
Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau
telinga kehidupanmu; tapi marilah kita cuba saling bicara
barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa
jemu. (Khalil Gibran)
sukacita dan dukacita adalah dua hal yang tak terpisahkan…
bersamaan mereka datang dan ketika satu di antaranya
duduk bersamamu…ingatlah bahwa yang lainnya sedang
tidur di atas tempat tidurmu. (Khalil Gibran)
Sungguh terpuji orang yang malu bila menerima pujian, dan
tetap diam bila tertimpa fitnah. (Khalil Gibran)
Surga bukanlah ditemukan dalam penyesalan manusia.
Surga ditemukan dalam hati yang suci. (Khalil Gibran)
Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu ? Bagaikan
menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu,
seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak. (Khalil
Gibran)
Tidak ada sahabat sejati yang ada hanya kepentingan. (Khalil
Gibran)
Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka
dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung
bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup...
sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada
Tuhan... (Khalil Gibran)
Tuhan telah memasang suluh dalam hati kita yang
menyinarkan pengetahuan dan keindahan; berdosalah
mereka yang mematikan suluh itu dan menguburkannya ke
dalam abu. (Khalil Gibran)
Tuhan telah menyalakan obor dalam hatimu yang
memancarkan cahaya pengetahuan dan keindahan; sungguh
berdosa jika kita memadamkannya dan mencampakkannya
dalam abu. (Khalil Gibran)
Uang receh yang engkau jatuhkan ke dalam tangan-tangan
rapuh yang terulur di hadapanmu adalah satu-satunya
rantai emas yang mengikat hatimu yang mulia dengan hati
Tuhan yang penuh cinta. (Khalil Gibran)
Cinta yang dibasuh oleh airmata, akan tetap indah dan suci
selamanya (Khalil Gibran)
Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir
hidupku, kerana cinta adalah semua yang dapat kucapai…
dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya.
(Khalil Gibran)
Di dalam hasrat manusia, ada kekuatan kerinduan yang
mengubah kabut dalam diri kita menjadi matahari. (Khalil
Gibran)
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau
subur dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah
naungan dan pendianganmu. Kerana kau menghampirinya
saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan
kedamaian. (Khalil Gibran)
Dirimu terdiri dari dua; satu membayangkan ia mengetahui
dirinya dan yang satu lagi membayangkan bahawa orang
lain mengetahui ia. (Khalil Gibran)
Doa adalah lagu hati yang membimbing ke arah singgahsana
Tuhan meskipun ditingkah oleh suara ribuan orang yang
sedang meratap. (Khalil Gibran).
Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya. Tawa
dan airmata datang dari sumber yang sama. Semakin dalam
kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa semakin
mampu sang jiwa menampung kebahagiaan (Khalil Gibran)
Kesepianku lahir ketika orang-orang memuji kelemahan-
kelemahanku yang ramah dan menyalahkan kebajikan-
kebajikanku yang pendiam. (Khalil Gibran)
Ketika aku berdiri bagaikan sebuah cermin jernih di
hadapanmu, kamu memandang ke dalam diriku dan melihat
bayanganmu. Kemudian kamu berkata, "Aku cinta kamu."
Tetapi sebenarnya, kamu mencintai dirimu dalam diriku
(Khalil Gibran)
Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau
jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dekaplah
ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu. (Khalil
Gibran)
Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab
apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak
lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak
lebih agung terlihat dari padang dan dataran. (Khalil Gibran)
Manusia terbahagi dalam bangsa, negara dan segala
perbatasan. Tanah airku adalah alam semesta. Aku
warganegara dunia kemanusiaan. (Khalil Gibran)
Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan
perpisahan yang menyedihkan dan yang mampu membuka
pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan
yang menyedihkan. (Khalil Gibran)
Manusia yang belum pernah mengalami penderitaan tidak
akan pernah mengalami kebahagiaan. (Khalil Gibran)
Manusia yang memperoleh kekayaannya oleh kerana
warisan, membangun istananya dengan yang orang-orang
miskin yang lemah. (Khalil Gibran)
Manusia yang tidak memberontak melawan penindasan
berarti sudah berbuat tidak adil terhadap dirinya sendiri.
(Khalil Gibran)
Neraka bukan dirasakan di dalam siksaan, neraka ada di
dalam hati yang hampa. (Khalil Gibran)
Nilai dari seseorang itu di tentukan dari keberaniannya
memikul tanggungjawab, mencintai hidup dan pekerjaannya.
(Khalil Gibran)
Orang bodoh yang sombong menyalahkan cermin dan bukan
langitnya, dan menyalahkan bayangannya dan bukan bulan
yang bercahaya dari ketinggian langit. (Khalil Gibran)
Orang yang berjiwa besar memiliki dua hati; satu hati
menangis dan yang satu lagi bersabar. (Khalil Gibran)
Orang-orang berkata, jika ada yang dapat memahami
dirinya sendiri, ia akan dapat memahami semua orang. Tapi
aku berkata, jika ada yang mencintai orang lain, ia dapat
mempelajari sesuatu tentang dirinya sendiri. (Khalil Gibran)
Penampilan segala sesuatu berubah menurut perasaan, dan
karenanya kita dapat melihat keindahan dan pesona di
dalamnya, sementara pesona dan keindahan sebenarnya
hanya terdapat di dalam diri kita. (Khalil Gibran)
Penderitaan yang menyakitkan adalah koyaknya kulit
pembungkus kesedaran- seperti pecahnya kulit buah supaya
intinya terbuka merekah bagi sinar matahari yang tercurah.
(Khalil Gibran)
Pengetahuan terkini dari manusia adalah kabut di atas
ladang. Ketika matahari beranjak naik mendekati cakrawala,
kabut akan menyerah kepada cahayanya (Khalil Gibran)
Penyiksaan tidak membuat manusia tak bersalah jadi
menderita: penindasan pun tak dapat menghancurkan
manusia yang berada di pihak Kebenaran: Socrates
tersenyum ketika disuruh minum racun, dan Stephen
tersenyum ketika dihujani dengan lemparan batu. Yang
benar-benar menyakitkan hati ialah kesedaran kita yang
menentang penyiksaan dan penindasan itu, dan terasa
pedih bila kita mengkhianatinya. (Khalil Gibran)
Persahabatan itu adalah tanggungjawaban yang manis,
bukannya peluang. (Khalil Gibran)
Pohon adalah syair yang ditulis bumi pada langit. Kita
tebang pohon itu dan menjadikannya kertas, dan di atasnya
kita tulis kehampaan kita. (Khalil Gibran)
Puisi bukanlah pendapat yang dinyatakan. Ia adalah lagu
yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang
tersenyum. (Khalil Gibran)
Rahasia sebuah hati disandangkan di dalam penderitaan,
dan hanya di dalam penderitaan, sukacita bisa ditemukan.
Sementara kebahagiaan hanya berfungsi untuk
menyembunyikan misteri terdalam dari kehidupan. (Khalil
Gibran)
Ramai wanita yang meminjam hati laki-laki; tapi sangat
sedikit yang mampu memilikinya. (Khalil Gibran)
Rumahmu tak akan menjadi sebuah sangkar, melainkan
tiang utama sebuah kapal layar. (Khalil Gibran)
Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi. (Khalil
Gibran)
Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak
tenggelam dimasa lampau (Khalil Gibran)
Sedikit pengetahuan disertai tindakan adalah lebih berharga
daripada banyak pengetahuan namun tak ada tindakan
apapun. (Khalil Gibran)
Segala sesuatu yang dicintai anak-anak akan terus dikenang
di dalam relung hati manusia sampai tua. Hal yang paling
indah adalah bahwa jiwa kita tetap berkelana di atas
tempat-tempat yang dulu pernah kita singgahi (Khalil
Gibran)
Selamatkan aku dari dia yang tidak mengatakan kebenaran
kecuali kalau kebenaran itu menyakiti; dan dari orang yang
berperilaku baik tetapi berniat buruk; dan dari dia yang
memperoleh nilai dirinya dengan mencela orang lain. (Khalil
Gibran)
Semua ini hanya untuk koleksi copas dari website mohon diterima saja....